Abaikan Keselamatan Kerja, Perusahaan Terancan Ditutup

TIGARAKSA-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tangerang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di salah satu Hotel di Tangerang. “Ya Kegiatannya dilaksanakan tanggal 27 November 2017,” terang Ketum HIMPI Kabupaten  Tangerang Muhammad Kholid Gani , usai bertemu Bupati Tangerang, Rabu (23/11/2017).

Agenda tersebut, Kata Kholid, akan dihadiri Oleh Bupati Tangerang, Direktur pengawasan Norma k3 Kemenaker RI, Kepala Dinas Tenaga Kerja Banten, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, DPRD Banten dan Forum K3 Banten serta akan dipandu oleh Presenter dari salah satu televisi swasta nasional.

“Insya Allah kita akan hadirkan tokoh-tokoh yang berkompeten sebagai pembicara, di antaranya Pak Achmad Rifai, senior vice president coorporate safety AP2,” ungkapnya. Pria yang juga Direktur PT Abhisaka Citra Lestari, sebuah Perusahaan Jasa Keselamatan & Kesehatan Kerja (PJK3) menegaskan, kejadian kebakaran dipabrik petasan Kosambi beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki kegiatan industri yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Seminar ini akan menjadi program edukasi bagi para pelaku usaha yang belum mengerti tentang pentingnya menerapkan K3,” katanya. Seminar K3 yang bertemakan “K3; Investasi atau Biaya Bagi Perusahaan” didukung oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dia akan hadir dan memberikan paparan dan pengarahan langsung kepada para pengusaha dan industriawan agar K3 wajib dijalankan.

“Sebagai Pemerintah Daerah tentunya kami menyambut baik apa yang telah dilakukan HIPMI. Masalah K3 ini sangat penting, banyak kecelakaan kerja yang terjadi karena mengabaikan norma K3.” terang Zaki. Bupati menghimbau kepada pelaku usaha khusus UKM untuk mengikuti seminar K3 tersebut. “Kalau bisa para pelaku usaha kecil, seperti pergudangan dan lainnya mengikuti seminar itu,” harapnya.

Zaki menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan selalu mengawasi pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan-perusahaan. Sanksinya tegas Zaki, seluruh perusahaan (yang mengabaikan K3, red) tersebut bisa ditutup.

“Pemerintah berhak menghentikan kegiatan usaha industri dan/ atau mencabut perizinan perusahaan industri yang dimaksud sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan untuk ini saya sudah keluarkan edarannya” pungkasnya.

Di tempat yang sama Sekum HIPMI Kabupaten Tangerang Desi Aprianti mengatakan, bahwa animo pelaku usaha dan industriawan sangat besar terhadap gelaran hajat HIPMI tersebut. “Saya berharap seluruh pihak mendukung kesuksesan acara seminar,” pungkasnya. (anw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *