Katrol Produktivitas Pertanian, BPTP Banten Perkenalkan Teknologi Alsintan

  • Bagikan

JAYANTI-Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten memperkenalkan teknologi alat mesin pertanian (Alsintan) dalam acara temu lapang petani dan pemerintah daerah dan instansi terkait di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Selasa (1/9/2015).

Alsintan besutan BPTP Banten tersebut diharapkan mampu melipatgandakan hasil panen dan mempermudah proses panen. Metode yang digunakan yakni dengan menggunakan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu.
Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanis Pertanian Astu Unadi mengatakan, ini adalah program bersama yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan. Salah satu caranya kata Astu ialah dengan terus mengembangkan teknologi pertanian. Seperti halnya saat ini kita Astu, petani di Banten mulai dikenalkan dengan penerapan teknologi Alsintan yaitu mesin pemanen padi (mini indo combine harvester).

“Kita harapkan semua alat pemanen padi ini dioperasikan semaksimal mungkin, perlakukan sebagai modal bisnis dan harus dirawat dengan baik. Mudah- mudahan teknologi yang sekarang ini kita terapkan bisa benar benar membantu dan memberi manfaat kepada patani,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pelaksanan Harian Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten Eti Herawati mengatakan, kegiatan gelar teknologi ini diharapkan mampu membuat para petani bisa lebih mudah dalam hal memanen sawah. Selain itu juga mampu membantu mensukseskan program swasembada pangan berkelanjutan usaha peningkatan padi, jagung, dan kedelai. Untuk saat ini sawah di Desa Cikande ini mampu menghasilkan 7,7 Ton padi per hektar. “Musim kering saja di sini mampu menghasilkan 7.7 ton per hektar saya berharap di musim hujan mampu menghasilkan padi lebih dari itu,” kata Eti.

Sementara itu Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat concern dalam hal sektor pertanian dan di dalam RPJMD ditargetkan lahan hijau seluas 25.000 hektar. Zaki menambahkan, dirinya selalu menghimbau kepada pemilik lahan pertanian/persawahan jangan sampai menjual lahannya tersebut kepada para perusahaan atau pengembang. Apabila terpaksa harus menjual lahan diharapkan dijual kembali kepada pemilik lahan lainnya. (fab)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *