Sekda: Lucu, Disdik tidak Tahu Data Sanisek Rusak

TIGARAKSA-Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsad menyesalkan sikap pejabat Dinas Pendidikan yang tidak mengetahui data sanitasi sekolah (sanisek) yang mendapat penilaian buruk dari kelompok kerja (Pokja) Air Minum dan  Penyehatan Lingkungan (AMPL) Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang.

“Lucu, masa Dinas Pendidikan sampai tidak tahu data sanisek yang mendapat penilaian buruk tersebut. Itu kan tanggungjawab Dinas Pendidikan, apalagi ini sudah ada monitoring dan evaluasi (monev) dari AMPL,” kata Iskandar, Rabu (31/5/2017).

Iskandar melanjutkan, tanpa ada monev pun merupakan kewajiban Dinas Pendidikan untuk melakukan pengawasan terhadap penggunaan sanisek di sekolah-sekolah agar tetap bisa berfungsi dengan baik dan nyaman.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Tini Wartini saat ditanya soal data sanisek yang pengelolan buruk mengaku tidak mengetahuinya. “Kalau jumlah angkanya  saya tidak tahu, kami tahunya memang ada  penilaian  dari Pak Imam (Pokja AMPL, red)  yang diserahkan kepada kami beberapa minggu lalu,” katanya.

Hasil monev AMPL  menunjukkan,  sanisek program 2013 dan sanisek program 2014  memprihatinkan. Ada 59 sekolah yang masuk kategori negatif atau buruk pengelolaan saniseknya. Dari jumlah tersebut, ada 25 sekolah yang kondisi saniseknya buruk. Dengan rincian, 6 SD, 12 SMP dan 7 SLTA. (nhd)

 

 

 

Kabupaten Tangerang