Akhir April, AMN Soft Launching JBS dan Wisata Religi

CILEGON-Akademi Multi Media (AMN) akan  melakukan soft lounching Jurnalis Boarding School (JBS) dan Wisata Religi, akhir April, di Cilegon. Menurut konsultan manajemen  AMN, GS. Ashok Kumar,  pendidikan model ini, menjadi pertama di Indonesia bahkan Asia. Ashok juga mengatakan metode pendidikan dan latihan di JBS terkonsentrasi di suatu tempat.

“Peserta didik disediakan penginapan, dengan begitu secara langsung setiap peserta dapat diasuh dan diawasi oleh mentor. Peserta  wajib sholat jamaah dan diwajibkan belajar membaca Al Quran. Peserta juga secara berkala dilatih public speaking, dan menjadi Imam solat,” papar Ashok.

Di tempat yang sama, Firdaus selaku pimpinan AMN menerangkan, tujuan peserta dimukimkan, selain optimalisasi waktu, juga  untuk  mengasah keterampilan dan disiplin sebagai dasar pendidikan berkarakter, agar juga tertib setoran hapalan Al Quran. Firdaus juga menjelaskan,  di JBS untuk materi-materi umum, seperti keterampilan diberikan bagi seluruh peserta lulusan SMA maupun perguruan tinggi.

“Tetapi kemudian pada tahapan  pengkonsentrasian, materinya berbeda. Untuk sarjana kita kosentrasikan pada jurnalistik profetik (bagian dari kelompok penyeru, untuk kepentingan publik) dan kepemimpinan. Sementara peserta tamatan SMA, kita kosentrasikan pada penguasaan keterampilan media digital seperti desain web, pengelolaan medsos, dan digital marketing,” ungkap Firdaus.

Ditambahkan Firdaus, JBS juga menyiapkan wisata religi. “Jadi yang  disebut wisata religi,  sebenarnya sama juga, pendidikan dan pelatihan. Tetapi kosentrasinya diperuntukan bagi kaum yang sudah dewasa dan uzur.  Adapun kosentrasinya pada agama dan bersosialisasi secara empati pada lingkungan. Konsep ini lebih pada pendekatan hubungan pada Tuhan dan manusia secara real,” urai Firdaus.

Latar belakang paket ini, lanjut Firdaus, menjembatani kebutuhan orang-orang sibuk yang luar biasa, hingga pada titik tertentu, kesibukannya tersebut menjadikan mereka lupa untuk membaca Al-Quran, ibadah dan bersosialisai dengan manusia dan alam. “Untuk itu, kita menyiapkan paket pendidikan dan pelatihan selama satu minggu hingga satu bulan. Bagi mereka yang masih ada kesibukan. Dan satu bulan hingga 3 bulan bagi yang sudah purna tugas,” kata Firdaus.

Lebih jauh Firdaus menerangkan, wisata religi ini sebagai wisata alternatif bagi masyarakat tertentu yang biasanya menghabiskan waktu di obyek-obyek wisata ke tempat-tempat liburan yang terkenal dan berbiaya tinggi. “Tetapi ini liburannya di JBS, kita hanya menyediakan paket nasuha  dan paket husnul khotiman,” tutur Firdaus yang juga salah seorang pendiri SMSI.

Paket nasuha adalah paket bermalam selama satu minggu, hingga satu bulan. Selama satu minggu hingga satu bulan tersebut, peserta diwajibkan sholat lima waktu barsama, usai subuh dan magrib belajar membaca Al Quran. Siang hari belajar membuat bata atau membuat tahu di pabrik tahu, juga ke kebun atau sawah.,” imbuh Firdaus sang penggagas, yang juga merupakan salah seorang pendiri SMSI.

Adapun paket husnul khotimah, disediakan untuk para manula, dengan masa waktunya dari satu bulan hingga 3 bulan. ”Paket husnul khotiman berkosentrasi pada olah  hikmah, yaitu berlatih meredam eksistensi dengan bermuhasabah (instropeksi) dan berlatih dengan penyerahan diri pada pencipta Tuhan Yang Agung,” katanya.

JBS dibangun dua lantai dengan luas gedung 300 meter persegi. JBS merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan jurnalis untuk para pemula, alumni SMA dan alumni perguruan tinggi. Para peserta diperkirakan akan menempuh masa pendidikan selama satu tahun atau  setara D1.

Di JBS, peserta  mendapatkan pelatihan yang meliputi, 6M (mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan) informasi, desain grafis untuk media atau sarana tercetak, photoshop, digital marketing hingga mengelola medsos menjadi sumber pendapatan, membuat blog atau website dan beberapa keterampilan lainya seperti olah kanuragan. JBS  berada di Lingkungan Kerotek RT 02 RW 05 Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. (nhd)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Banten Headline