Beruntung Pantura Tangerang Dilirik, BKPM: Jangan Sampai Investor Kabur

  • Bagikan

TANGERANG-Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meminta semua pihak agar menjaga kondusifitas investasi di Indonesia dan jangan sampai investor kabur. Perlambatan ekonomi saat ini telah memberikan dampak bagi ekonomi global, termasuk ekonomi Indonesia.

“Berbagai upaya pun harus mulai dicari jalan keluarnya agar tidak terkena jerat itu. Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam luar biasa baik dari sisi laut, maupun hutan, cadangan tambang, pariwisata dan sebagainya,” kata Bahlil kepada wartawan, Minggu (07/03/2021).

Menurutnya, Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara tetangga dalam menarik investasi. Banyak perusahaan Cina yang melakukan ekspansi ke Asia Tenggara, banyak yang memilih untuk pindah ke Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Lanjutnya Bahlil, berdasarkan laporan Bank Dunia, suatu negara bisa dikatakan layak untuk investasi, jika memenuhi empat syarat, meliputi penduduk, hubungan antar penduduk, lingkungan, serta kerangka kerja negara yang mendorong tiap individu maupun perusahaan untuk melakukan investasi di berbagai sektor.

“Semua pemangku kepentingan negeri ini, perlu segera mencari solusi bagi kondisi investasi Indonesia. Mengapa negeri ini kalah dibandingkan negara serumpun di Asean,” ungkapnya, seraya mengatakan Kawasan Pantai Utara (Pantura), beruntung sudah dilirik Investor.

Seperti diketahui, sekitar 11 tahun lalu, tepatnya 23 September 2010, terbit izin reklamasi di pesisir pantai utara Tangerang dari Dadap (Kosambi) hingga Kronjo seluas 9.000 hektare. Reklamasi ini dua kali lipat lebih besar dari reklamasi Teluk Jakarta. Proyek ini didanai Agung Sedayu Group, Salim Group, dan Tangerang International City (TIC).

Secara bersamaan, Pemkab Tangerang melakukan program penataan kawasan Dadap tahun 2013-2018. Di kawasan itu akan dibangun rumah susun (Rusun) sewa, kampung deret nelayan, ruang terbuka hijau, islamic boarding school, dan masjid agung.

Kawasan yang akan ditata antara lain Dadap (Kosambi), Cituis (Pakuhaji), Tanjung Pasir (Teluk Naga), Tanjung Kait (Mauk), dan Kronjo (Kronjo). Kabupaten Tangerang akan menjadi pintu gerbang yang paling dinamis bagi pusat inovasi untuk mendukung peluang pengembangan dan salah satu pusat komersial terbesar yang menawarkan ruang dari fasilitas bisnis dan komersial. (asn) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *