Darurat Sampah, Pemuda Muhammadiyah Nilai Pemkot Tangsel Lebih Pilih Euforia Dangdut

Foto tumpukan sampah di ruas jalan Kota Tangsel yang ditutupi terpal, Rabu (17/12/2025). (Sumber: X.com/@fandibukanfandy)

KANALTANGERANG.COM, TANGERANG SELATAN – Di tengah kepulan bau menyengat dari tumpukan sampah yang kian tak terkendali, Pemerintah Kota Tangerang Selatan justru menuai sorotan tajam. Publik menilai, bukannya menghadirkan solusi konkret atas krisis darurat sampah yang menghantui pemukiman warga, jajaran elit birokrasi justru terlihat lebih sibuk menggelar perayaan atas kemenangan sebuah kontestasi dangdut di televisi nasional.

​Kondisi tersebut memicu gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat yang menilai pemerintah daerah sedang mengalami “krisis prioritas.” Sementara warga di berbagai titik seperti Ciputat, Pamulang, Serpong, Serpong Utara maupun wilayah lainnya harus berjibaku dengan aroma tidak sedap dan risiko penyakit akibat penumpukan limbah di pinggir jalan, namun energi pemerintah justru tersedot pada euforia panggung hiburan.

Baca Juga:  Sosialisasi 4 Pilar, Ananta Bagikan Pengalaman Saat Jadi Aktivis Hingga Politikus

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan menyoroti permasalahan yang sudah hampir 2 minggu ini tak kunjung ada penyelesaiannya dan terkesan dibiarkan.

Fajar Sulistiyo, sekretaris Pemuda Muhammadiyah Tangerang Selatan. (Foto: ist)

“Kami belum melihat keseriusan pemerintah kota Tangerang Selatan dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang masih terjadi hingga saat ini,” ujar Fajar Sulistiyo, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan.

Menurut Fajar, bahkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan lebih sibuk merayakan Euforia pemenang kontestasi dangdut yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional.

“Pemerintah kota Tangerang Selatan justru terlihat lebih serius merayakan atau larut dalam euforia pemenangan kontestasi dangdut. Padahal belum juara, bagaimana nanti kalau sudah juara?” tambahnya.

Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah kota Tangerang Selatan, seperti menutup tumpukan sampah di jalan dengan spanduk/banner, namun itu dinilai bukanlah penanganan secara cepat dan tepat.

Baca Juga:  KNPI Kecamatan Curug 2024-2027 Dilantik, Camat Arief Harap KNPI Buat Program Terarah & Logis

“Kalau hanya menutupi tumpukan sampah tak perlu jadi pejabat, anak SD juga diajarkan bahwa sampah harus ditutup,” lanjut Fajar.

Pemuda Muhammadiyah Kota Tangerang Selatan berharap agar pemerintah kota Tangerang Selatan dapat lebih serius menangani permasalahan sampah dan tidak menjadi permasalahan yang berlarut-larut.

“Tentu kami berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat lebih serius dalam penanganan permasalahan sampah. Jangan sampai tingginya tumpukan sampah menjadi kado akhir tahun apalagi prestasi penutup dari pemerintah kota Tangerang Selatan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *