Kabupaten Tangerang Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pembangunan dan Pelatihan Lumbung Pangan Masyarakat

KANALTANGERANG.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan stabilitas pangan di tingkat desa, khususnya dalam menghadapi potensi kerawanan pangan maupun kondisi darurat.

Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Tangerang sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Hingga saat ini, keberadaan LPM terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan cadangan pangan berbasis masyarakat. Dari keseluruhan kelompok yang telah terbentuk, sebanyak 42 kelompok LPM tercatat masih aktif menjalankan kegiatan pengelolaan lumbung, seperti penyimpanan, pencatatan stok, dan distribusi pangan kepada anggota. Kelompok aktif ini menjadi ujung tombak dalam menjaga keberlangsungan fungsi LPM di tingkat desa.

Lumbung Pangan Masyarakat merupakan sarana penyimpanan cadangan pangan yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan LPM diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan desa, memperkuat cadangan pangan lokal, serta membantu masyarakat dalam menghadapi fluktuasi harga maupun kondisi bencana.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupatan Tangerang Abdul Munir, SP, M. Si menjelaskan pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang merencanakan pembangunan 5 (lima) unit Lumbung Pangan Masyarakat yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu di Desa Klebet (Kecamatan Kemiri), Desa Pagedangan Udik (Kecamatan Kronjo), Desa Pagenjahan (Kecamatan Kronjo), Desa Sukadiri (Kecamatan Sukadiri), dan Desa Gandaria (Kecamatan Mekar Baru). Pembangunan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan LPM serta meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan di tingkat desa.

“Adapun tujuan utama pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan pangan sepanjang waktu, meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok, serta memperkuat sistem cadangan pangan berbasis komunitas. Selain itu, LPM juga diharapkan mampu menjadi instrumen stabilisasi harga pangan di tingkat lokal,” kata Munir, Rabu (15/4/2026).

Dalam rangka mendukung optimalisasi pengelolaan LPM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Lumbung Pangan Masyarakat yang dilaksanakan di Ardes Joglo Cafe pada pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se-Kabupaten Tangerang, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok Lumbung Pangan Masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber H. Marin, S.P., M.M. yang memberikan materi terkait strategi pengelolaan lumbung pangan yang efektif dan berkelanjutan. Peserta dibekali pemahaman mengenai manajemen pengelolaan lumbung, pencatatan stok, sistem distribusi, hingga penguatan kelembagaan kelompok.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola LPM agar dapat berjalan optimal. Dengan peningkatan kemampuan pengelola, diharapkan LPM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi pusat penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa.

Melalui sinergi antara pembangunan sarana dan peningkatan kapasitas pengelola, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimis bahwa Lumbung Pangan Masyarakat dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Adv)

Exit mobile version