BRIN Latih Petani Desa Mekar Jaya Sepatan Buat Pupuk Organik

KANALTANGERANG.COM, TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik di Kelompok Tani Bina Harapan, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Pemerintah Desa Mekar Jaya, Sepatan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa guna meningkatkan pengetahuan produksi padi, pihaknya dan BRIN melatih para petani membuat kompos organik dengan memanfaatkan bahan-bahan di sekitar lingkungan rumah tangga, seperti kotoran hewan ternak, sekam bakar, dan rumput laut.

“Harapan kami di dinas pertanian, setelah pelatihan pembuatan pupuk organik ini, para petani bisa mempraktikkannya pada saat pengolahan lahan sawah sehingga hasil produksi mampu mencapai 10 ton/ha, di mana sebelumnya hanya 5 ton/ha,” ujar Munir, Alumni FAPERTA UNRAM NTB.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti BRIN, Setia Sari Br. Girsang, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengaktualisasikan hasil riset kepada petani dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Contohnya, sekam yang biasanya hanya dibakar menjadi arang, padahal menjadi sumber karbon yang dibutuhkan tanaman serta menjadi sumber makanan mikroba. Kohe matang yang difermentasi juga mengandung karbon dan NPK. Rumput laut pun membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur karbon, fitohormon, serta NPK yang kemudian disalut dengan PPA.

Yeti Giamerti, S.P., M.Agr., menambahkan bahwa pupuk hayati mengandung zink dan silika sebagai nutrisi bagi tanaman, serta dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 25 persen. Desa ini menjadi lokasi pertama penerapan hasil riset dari rumah kaca BRIN tersebut. Selain itu, bioaktivator pengganti EM-4 yang digunakan memiliki kandungan kalium yang bisa mencapai 13% lebih tinggi.

Bahan-bahan pembuatan pupuk organik tersebut meliputi: biochar arang sekam, kohe (kotoran hewan) matang yang telah terfermentasi, urea, PPA (Polymer Processing Aid), bioaktivator, rumput laut, dan pupuk hayati.

Exit mobile version