Penyalahgunaan Medsos Jadi Pemicu Meningkatnya Kekerasan Seksual Terhadap Anak

ilustrasi: okezone.com
ilustrasi: okezone.com

TIGARAKSA-Kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak harus menjadi perhatian semua pihak terkait. Langkah antisipasi dan edukasi terhadap masyarakat diharapkan bisa menekan tingkat kekerasan seksual terhadap anak-anak. Demikian disampaikan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Irman Sugema saat menerima laporan Komnas Perlindungan Anak (KPA), Arist Merdeka Sirait, di Mapolres, Kamis (5/11).

Selain itu, menurut Irman koordinasi dengan Pemkab Tangerang akan terus ditingkatkan melakukan pencegahan dini. Dengan melakukan sosialisasi ke sekolah atau memberikan pemahaman langsung kepada orangtua anak, tentang bagaimana melindungi buah hati dari para predator anak di bawah umur. Ia juga meminta semua pihak terkait, agar melakukan antisipasi dini untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual kepada anak.

”Antisiapi kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak bisa satu pihak saja yang memegang tanggung jawab. Jika tidak begitu, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur akan terus meningkat,” ujarnya. Ketua KPA Arist Merdeka Sirait mengatakan, kejahatan seksual di wilayah hukum Polresta Tangerang perlu mendapat perhatian sebab angkanya terus meningkat.

Untuk bulan ini ada empat kasus perkosaan terhadap anak di bawah umur. Dalam waktu dekat kata Arist, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Bupati Tangerang untuk melakukan upaya deteksi dini. “Kita akan coba, setelah pertemuan ini dalam waktu dekat bersama Bupati melakukan berbagai upaya dan mengundang berbagai pihak, yaitu masyarakat, guru-guru, termasuk penegak hukum, seperti Jaksa, Hakim supaya satu pemahaman.

Bahwa ada sistem peradilan pidana anak yang digunakan dalam menangani perkara anak apabila menghadapi hukum,” ungkapnya. Ia menambahkan, penyebab utama adalah merajalelanya pornografi dan penyalahgunaan media- media sosial yang gampang diakses oleh anak-anak. (ben)

Kabupaten Tangerang