PDAM TKR Gelar Peringatan Maulid Nabi

TANGERANG – PDAM Tirta Kerta Rahajra(TKR)  KabupatenTangerang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437  Hijriyah yang diikuti oleh seluruh Direksi dan pegawai PDAMTKR, Senin (1/2/2016). Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al Anhar yang berada di lingkungan kantor PDAM TKR Kabupaten Tangerang.

Bertindak sebagai penceramah adalah KH. Ahmad Roudl Bahar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Roudl, mubaligh yang juga Imam Besar Masjid Sunda Kelapa Jakarta. Dalam sambutannya, Direktur Utama PDAM TKR, Rusdy Machmud menjelaskan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan kegiatan rutin di PDAM TKR, selain kegiatan Peringatan Hari Besar Islam lainnya.

Kegiatan ini juga kata dia, sebagai upaya perusahaan untuk menyeimbangkan kegiatan sehari-hari di perusahaan dengan tetap melaksanakan syiar Islam. “Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah, sekaligus supaya kita dapat mengimplementasikan perilaku dan sikap Nabi Muhammad SAW dalam pekerjaan kita sehari-hari sehingga perusahaan bisa tetap maju dan sehat sepanjang masa,” katanya.

Dalam ceramahnya, Abah Roudl menerangkan, bahwa Islam memberikan penekanan akan pentingnya menuntut ilmu, karena ilmu akan menuntun untuk membentuk akhlak yang mulia. Allah sangat memuliakan orang yang berilmu. Dengan ilmu kita bisa melaksanakan amal ibadah dengan sempurna.

Ada sebuah istilah yang mengungkapkan “tidak sempurnya kewajiban karena sesuatu, maka sesuatu itu menjadi wajib” sesuatu itu diartikan dengan ilmu, dimana sebuah kegiatan wajib, tidak akan sempurna tanpa mengetahui ilmunya. Contoh: Shalat mempunyai rukun dan syarat sah shalat yang wajib dipenuhi oleh setiap orang yang mendirikan shalat.

Maka agar shalat menjadi sempurna, rukun shalat, syarat sah shalat, dan ilmu mengenai tata cara shalat wajib dipelajari. Kegiatan Maulid ini oleh perusahaan dijadikan sebagai salah satu media dalam menuntut ilmu agama bagi para pegawainya.

Sehingga diharapkan ketika seorang pegawai melangkahkan kakinya keluar dari rumah sampai ke kantor dengan niat bekerja dan dilanjutkan dengan hadir di masjid ini dengan niat ibadah dapat dikategorikan sebagai seseorang yang insya Allah dimuliakan oleh Allah SWT. Sehingga ketika Allah SWT ridho dan memuliakannya, maka kehadirannya dapat membawa kemaslahatan bagi perusahaan.

Selain itu, Islam mencintai seorang muslim yang giat bekerja, mandiri, apalagi rajin bersedekah. Sebaliknya, Islam membenci manusia pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Menata niat dalam bekerja tidak untuk mencari kedudukan, pangkat, kekayaan, ingin populer, ingin dipuji orang lain dan lain-lain.

Dengan kata lain seluruh gerak-gerik kita hendaknya diniatkan untuk beribadah sehingga bekerja dapat di ibaratkan ladang yang akan dipetik hasilnya nanti baik ketika masih di dunia maupun di akhirat kelak. Di penghujung ceramahnya, Abah Roudl menambahkan, bahwa salah satu mu’jizat Nabi Muhammad SAW adalah Alquran.

Dimana di dalam alquran terkandung banyak perintah, contoh, sekaligus peringatan yang Allah SWT berikan kepada seluruh mahluknya dalam menjalani kehidupan di dunia dan kelak di akhirat. Sehingga jika kita ingin menjadi mahluk yang mulia maka berpeganglah selalu kepada Alquran dengan cara membacanya, memaknai kandungan kalimatnya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (abr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *