DPKP Kabupaten Tangerang Siapkan Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman

KABUPATEN TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang akan menggelar Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tahun 2024.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ir Asep Jatnika Sutrisno,M.M, menjelaskan gelaran LCM B2SA diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi dalam membuat olahan pangan yang menarik, bercitarasa tinggi, dan bernilai gizi.

“Selain itu, olahan pangan juga tetap memiliki nilai komersialnya. Sehingga ada nilai ekonomi yang diperoleh. Dan yang tak kalah pentingnya adalah agar pemanfaatan pangan lokal dapat terus berkelanjutan,” terang Asep Jatnika.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, pada tahun ini, Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Pangan Lokal ditekankan pada menu sarapan untuk anak sekolah khususnya remaja putri usia 16-18 tahun.

Hal ini kata Munir sejalan dengan pesan dalam Pedoman Gizi Seimbang yaitu biasakan makan pagi atau sarapan khususnya pangan sumber protein hewani dan zat besi.

“Kedua bahan pangan tersebut sangat dibutuhkan oleh remaja putri yang banyak mengalami masalah gizi anemia. Anemia ini dapat menyebabkan menurunnya aktivitas prestasi belajar karena kurangnya konsentrasi dan juga menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit,” katanya.

Lomba Cipta Menu Berbasis Pangan Lokal akan dilaksanakan pada Triwulan ke tiga tepatnya di bulan Juli tahun 2024.

Lomba dilaksanakan dalam bentuk : display menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) berbahan pangan lokal berupa menu sarapan dalam box untuk anak sekolah khususnya remaja putri usia 16-18 tahun , yang dipilih salah satu dari 2 (dua) klaster pangan pokok berikut ini:

Klaster serealia meliputi: jagung, jali/jelai, cantel/sorgum, jewawut, hotong, dan sebagainya. Klaster umbi-umbian meliputi : ubi kayu/singkong, ubi jalar, talas, ganyong, garut, dan umbi lainnya, termasuk sukun, dan buah berpati lainnya.

Display produk olahan pangan lokal komersial berupa kudapan/snack yang berbahan pangan lokal dan memiliki nilai komersial.

Persyaratan dan Ketentuan
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap peserta adalah :Peserta mengirimkan dokumen, berupa :

Biodata peserta (Lampiran 1). Resep lengkap menu sarapan B2SA dalam box berbasis pangan lokal yang diperuntukan untuk anak sekolah khususnya remaja putri usia 16-18 tahun (Lampiran 2), yang terdiri dari pangan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah (Lampiran 8). Resep disertai dengan analisa sederhana bisnis, yang meliputi biaya operasional pembelian bahan baku dan harga jual menu sarapan dalam box tersebut.

Profil lengkap produk olahan pangan lokal komersial, baik snack ataupun produk intermediate (profil produsen berupa : profil produsen, izin produksi, nama dan jenis produk, jenis kemasan, komposisi, tahapan produksi, kapasitas produksi, potensi pemasaran/mitra usaha dan cakupa wilayah.

Resep menu sarapan B2SA harus mencantumkan :Foto/gambar dari menu yang akan di-display saat lomba. Penyebutan nama bahan baku yang umum dan dikenal secara nasional (tidak menggunakan bahasa daerah).

Berat bahan pangan dalam satuan gram dan Ukuran Rumah tangga (URT). Cara mengolah atau memasak bahan pangan secara lengkap dan jelas.

Bahan pangan sumber karbohidrat yang digunakan, ataupun produk pangan lokal adalah selain beras dan terigu, serta turunannya. Bahan baku dan proses pengolahan pangan lokal memenuhi standar keamanan pangan.

Pada saat pelaksanaan lomba, peserta menyajikan : Menu sarapan dalam box untuk anak sekolah khususnya remaja putri usia 16-18 tahun yang berbasis pangan lokal sesuai klaster yang dipilih sebanyak 3 kotak/box, serta buah berupa jus dapat disajikan terpisah dari menu sarapan.

Produk olahan pangan lokal produk olahan pangan lokal komersial :Produk akhir : kue kering, biscuit, cake, astick, dan lain-lain. Produk intermediate : tepung pangan lokal atau produk anatara lainnya (bahan baku pangan lokal). Dihasilkan oleh produsen bindan pemerintah daerah.

Ketentuan menu sarapan B2SA, yaitu : Jumlah porsi dari menu sarapan B2SA adalah 30% dari total kebutuhan satu hari dari masing-masing kelompok pangan (tanpa snack). Mencantumkan nama menu sarapan B2SA dan nilai gizinya. Mencantumkan analisis sederhana bisnis paket menu sarapan B2SA.

Publikasi resep yang telah diserahkan kepada panitia, menjadi hak panitia penyelenggara dengan mencantumkan sumbernya. Pengurangan nilai akan dilakukan sebagai konsekuensi dari tidak dipenuhinya persyaratan lomba.

Kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan disampaikan kepada panitia dalam bentuk : Softfile melalui email berikut :ketapangdpkp.tangerangkab@gmail.com; dan Hardcopy yang sudah dijilid disampaikan kepada panitia di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bidang Ketahanan Pangan, paling lambat 2 minggu sebelum hari H. (nhd/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *